Miliki rumah KPR murah persyaratan mudah di CitraGarden BMW

Untuk membeli sebuah hunian tentunya seseorang harus mengeluarkan dana yang tidak kecil. Apalagi saat akan memulai hidup baru dengan pasangan, pastinya Anda sudah banyak mengeluarkan biaya untuk keperluan lain seperti resepsi pernikahan ataupun bulan madu. Oleh sebab itu, bank sudah menyediakan fasilitas pinjaman yang bisa membantu Anda mendapatkan tempat tinggal dengan cepat. 

Solusi untuk masalah tersebut biasa dikenal dengan istilah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Sebelum mengetahui cara mendapatkan rumah KPR dari bank, pertama-tama Anda perlu memahami definisi nya terlebih dahulu agar tidak salah kaprah. 

Apa itu rumah KPR? 

Pengertian dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah pinjaman kredit yang diajukan oleh nasabah kepada bank untuk membeli rumah. Selain untuk pembelian rumah, KPR juga bisa diajukan untuk perbaikan atau renovasi infrastruktur rumah. 

Adapun istilah rumah KPR merupakan sebutan untuk rumah dari hasil pencairan kredit KPR yang diberikan oleh pihak bank. di Indonesia sudah menjadi salah satu cara pembelian rumah yang cukup umum karena sistem kreditnya cukup mudah. 

Jenis-jenis KPR

Ada beberapa jenis dari KPR yang bisa Anda dapatkan dari bank. Beberapa jenis KPR ini dapat anda pertimbangkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan Anda. Selama ini, jenis rumah KPR yang terkenal berasal dari KPR subsidi dan non-subsidi. Padahal, ada beberapa jenis KPR lain yang mungkin lebih cocok dengan kebutuhan Anda, sebagai berikut:

  1. KPR subsidi dan non-subsidi
  2. KPR take over
  3. KPR syariah
  4. KPR refinancing
  5. KPR pembelian
  6. KPR angsuran berjenjang

Bagaimana cara menghitung suku bunga rumah KPR? 

Saat mendesak, biasanya kebanyakan orang tidak berpikir panjang untuk mengajukan pinjaman, apalagi desakan keadaan untuk lekas memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, jangan sampai Anda membeli rumah KPR tanpa pertimbangan bunga yang harus Anda bayar. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui cara penghitungan suku bunga KPR. 

Cara menghitung suku bunga KPR cukup bervariasi, bergantung pada jenisnya. Secara umum, ada tiga jenis suku bunga KPR yang biasa dijumpai saat membeli rumah KPR, di antaranya suku bunga KPR floating, fixed, dan anuitas.

  1. Jenis Suku Bunga KPR floating

Suku bunga KPR floating bisa dibilang cukup berisiko karena nilai bunga dan angsurannya tidak menentu mengikuti kondisi pertumbuhan ekonomi negara. Namun, banyak juga orang yang tertarik pada KPR floating karena terkadang nilai suku bunga bisa turun cukup signifikan. 

Cara menghitung suku bunga KPR adalah saldo pokok pinjaman dikalikan dengan persenan suku bunga per tahun, lalu dibagi dua belas (total bulan). Akan tetapi, menghitung suku bunga rumah KPR floating harus disesuaikan lagi dengan naik turunnya nilai suku bunga.

  1. Jenis Suku Bunga KPR Fixed

Berbanding terbalik dari jenis suku bunga KPR floating, cara penghitungan suku bunga KPR fixed bersifat tetap. Jadi, tidak akan ada kenaikan ataupun penurunan suku bunga. 

Untuk mengetahui nilai suku bunga KPR fixed, bisa dengan mengalikan pokok kredit dengan bunga per tahun. Sehabis itu, hasilnya juga wajib dipecah dengan tenor dalam satuan tahun serta tenor dalam satuan bulan. Tenor ialah jangka waktu angsuran kredit yang sudah diresmikan.

  1. Jenis Suku Bunga KPR Anuitas

Suku bunga KPR anuitas sifatnya sedikit mirip dengan KPR fixed. Akan tetapi, metode menghitung dalam bunga anuitas dibuat agar total angsuran suku bunga dan angsuran pokok dibayarkan sama atau sepadan setiap bulannya. Namun, pada dasarnya masing-masing nilai suku bunga dan angsuran pokok berubah setiap bulan. Pada tahap awal, porsi bunga cenderung besar, sedangkan angsuran pokok cenderung kecil dan sebaliknya.

Jika kita dibandingkan dengan jenis suku bunga yang lain, rumus suku bunga KPR anuitas cukup kompleks, yakni  P x (i/12) : ( (1-(1+(i/12)t). ‘P’ adalah pokok pinjaman dan ‘i’ adalah interest rate / suku bunga. Adapula, ‘t’ merupakan tenor dalam satuan bulan. 

Persyaratan untuk mengajukan KPR ke bank

Sebelum mengajukan KPR ke bank, Anda perlu memastikan keabsahan sertifikat dan IMB tanah sekaligus bangunan. Hal ini karena pihak bank tidak akan menerima pengajuan KPR tanpa validitas dokumen. Persyaratan administrasi pribadi pengajuan KPR biasanya mencakup KTP kerabat, KK, slip gaji, NPWP*, dan SPT PPh*. Pengajuan akad KPR biasanya dikenakan tujuh hingga sepuluh persen dari plafon. Jangan lupa, Anda juga masih perlu menyiapkan biaya lain, seperti tarif jasa notaris dan biaya asuransi.

Bukankah cukup mudah untuk mendapatkan rumah dengan bantuan KPR bank? Jika masalah KPR sudah Anda pahami, maka sudah saatnya Anda memilih rumah yang cocok dengan kebutuhan. Segera kunjungi CitraGarden BMW untuk memilih hunian impian Anda!

    Berita Terpopuler

    Sorry. No data so far.

Kategori Berita