Month: November 2016

Pesta Bakso Gratis dan Sepuasnya

Weekend lalu, yaitu pada tanggal 26 dan 27 November 2016, Marketing Gallery CitraGarden BMW kembali ramai dikunjungi oleh para customer, karena CitraGarden BMW kembali dengan event reguler, yaitu Pesta Bakso.

Event Reguler kali ini bertemakan “Pesta Bakso Makan Gratis & Sepuasnya” ini diharapkan dapat memuaskan Cita Rasa para pecinta kuliner khususnya bakso yang ada di kawasan Serang – Banten.

Event ini bekerjasama dengan 6 dealer yang ada di Cilegon-Serang seperti, Honda Auto Serang, Mitsubishi Cilegon, Tunas Daihatsu Cilegon, Tunas Toyota Serang, Nissan MPM Serang, & Suzuki Serang.

Agar bisa mendapat bakso gratis dalam acara Pesta Bakso ini cara sangat lah mudah, dengan cara mengelilingi kawasan CitraGarden BMW dengan test drive dari ke 6 dealer yang bekerjasama dalam acara ini. Dengan mendapatkan stamp dari 3 checkpoint yang sudah ditempatkan dikawasan CitraGarden BMW sehingga konsumen yang ingin mendapatkan bakso juga bisa menikmati indahnya dan kenyamanan kawasan CitraGarden BMW Cilegon.

Banyak keseruan terjadi pada acara ini. Dimulai dari test drive dari beberapa dealer yang berpartisipasi para pengunjung terlihat sangat antusias saat mengelilingi kawasan CitraGarden BMW. Setelah selesai test drive sebagian besar pengunjung langsung bergegas mengunjungi Marketing Gallery kami untuk bertanya-tanya lebih lanjut soal product yang sedang dipasarkan. Para pengunjung langsung jatuh hati dengan pemandangan dan fasilitas yang CitraGarden BMW miliki.

Ingat! Mulai 2017 Sertifikasi Tanah GRATIS!

Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan masyarakat tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun guna menyertifikasi tanah milik mereka. Kepastian soal sertifikasi tanah gratis tersebut datang setelah Kementerian ATR/BPN diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan target sertifikasi dari untuk satu juta menjadi untuk lima juta bidang tanah.

“Nah dengan kebijakan presiden pada 2017 nanti harus lima juta. Untuk biayanya sertifikasi tanah gratis alias semua ditanggung oleh pemerintah, artinya gratis buat masyarakat, tetapi negara yang menanggungnya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN M Noor Marzuki, dalam jumpa pers di kantornya.

Kendati demikian, Noor mengakui bahwa dana di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 hanya cukup untuk sertifikasi dua juta bidang tanah atau sekitar Rp 700 miliar. Sementara itu, total kebutuhan untuk lima juta bidang tanah adalah sebanyak Rp 2 triliun.

“Untuk tiga juta sisanya didapat dari APBD, tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan besar, dan juga memobilisasi perbankan yang memang memiliki kepentingan terkait sertifikasi tanah tersebut,” tambah Noor.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyisihkan dana di dalam APBD-nya untuk percepatan sertifikasi tanah di wilayahnya.

Hal tersebut menyusul kesepakatan yang telah ditandatangani antara Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Oktober 2016 silam.

Baca: Ahok dan Sofyan Djalil Teken Kesepakatan Legalisasi Aset

Demikian juga halnya dengan Pemerintah Kota Surabaya, wilayah ini melakukan percepatan sertifikasi tanah dengan menggandeng perusahaan swasta untuk melakukan program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR).

Setidaknya ada sembilan perusahaan pengembang yang siap membantu sertifikasi tanah di Surabaya.

Kesembilan pengembang itu adalah Ciputra Group, Pakuwon Group, PT Bhakti Tamara, Podojoyo Masyhur Group, PT Dian Permana, PT Trijaya Kartika, Lamicitra Nusantara Tbk, PT Gala Bumi Perkasa, dan Maspion Group.

Bantuan yang diberikan pengembang-pengembang tersebut terkait pembiayaan sertifikasi 6.500 bidang tanah yang ada di wilayah Surabaya.

“Pemda semakin sadar sertifikat itu penting. Di Boyolali, 40 persen sertifikat ‘disekolahkan’ ke bank untuk modal, ini sangat penting mengurangi kemiskinan dan menciptakan kemakmuran,” ucap Sofyan.

Setelah bekerja sama dengan pemda, nantinya Kementerian ATR/BPN akan berbicara dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi agar anggaran untuk desa bisa dialokasikan untuk sertifikasi tanah di daerah.

sumber: kompas