Month: October 2016

Kampung Baduy, Wisata Serang Yang Harus Kamu Kunjungi

Travelers mau mendapatkan pengalaman unik dan berbeda di liburan akhir pekan kalian? Coba aja wisata serang yang seru banget ini. Tepatnya ke perkampungan Suku Baduy!

Banten, selain terkenal akan wisata alam dan pantainya, juga populer dengan wisata budaya ke suku Baduy. Mau mengenal lebih dalam mengenai keunikan adat istiadat suku ini? Yuk, kita simak bersama kebiasaan unik mereka!

Asal-usul kata suku ini, yaitu Baduy, sebenarnya berasal dari kata Badawi atau Bedoin yang diberikan oleh seorang peneliti Belanda. Namun, karena aksen warga setempat, kata tersebut pada akhirnya bergeser menjadi kata Baduy. Untuk mencapai ke wisata serang yang terletak sekitar 40 km dari Rangkas Bitung, Banten, kalian dianjurkan untuk menaiki bus atau kereta api saja dan berhenti di kabupaten Rangkas Bitung. Dari sana, kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju Ciboleger, yang merupakan pintu masuk untuk menuju kampung Baduy.

wisata baduy

Nah, sekarang saatnya kita berkenalan lebih dalam dengan Suku Baduy ini ya travelers. Ketika kalian sampai di terminal Ciboleger, kalian sudah akan disambut dengan beberapa anak dari suku Baduy yang banyak berdiri di depan toko dan menjual souvenir. Kalian juga dapat meminta salah satu anak untuk menjadi pemandu wisata kalian. Tenang saja karena mereka sudah lancar berbahasa Indonesia dan dapat sedikit mengerti akan kata sederhana dari Bahasa Inggris.

Dengan total penduduk 5000-8000 orang, suku Baduy ini masih terisolasi dari dunia luar. Mereka masih memegang teguh adat istiadat dan aturan dari nenek moyang, contoh yang sangat jelas adalah dari pakaian yang mereka kenakan yaitu dengan pakaian khas berwarna hitam dan putih, ikat kepala dan masih tanpa alas kaki. Ketika memasuki wisata serang yang ini, dijamin kalian akan merasakan hal yang sangat berbeda.

Luas yang mencapai kurang lebih 5000 hektar, wilayah suku baduy ini memiilki 56 kampung dan terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu Baduy dalam yang terdiri dari 3 kampung dan Baduy luar yang terdiri dari 53 kampung. Pada wilayah Baduy dalam, kalian sudah tidak lagi diperbolehkan untuk mengambil foto. Perbedaan dari suku Baduy luar dan dalam ini terletak pada adat istiadat dan budaya yang mereka pegang, dimana masyarakat Baduy luar sudah sedikit teralkulturasi dengan budaya di luar suku Baduy.

wisata baduy

Perjalanan akan dimulai dengan melihat rumah-rumah dari suku Baduy bagian luar yang masih terbuat dari jerami. Di sini kalian bisa mengambil foto di depan rumah mereka dan apabila beruntung kalian juga dapat berfoto dengan pemilik rumahnya. Lanjut lagi dengan melewati jalan yang sedikit berbatu dan naik turun, kalian akan melewati banyak sungai kecil dan menemukan lumbung-lumbung padi suku Baduy yang biasanya terletak di depan rumah. Sebelum memasuki kampung Baduy dalam, kalian harus melewati jembatan bambu terlebih dahulu. Jembatan bambu inilah yang memisahkan antara baduy luar dan baduy dalam. Kalian juga harus berhati-hati ya karena jembatan ini tidak terlalu lebar.

Wilayah kampung Baduy dalam terasa lebih sepi dan banyak jalan setapak yang naik turun. Di wilayah ini kalian akan disuguhkan pemandangan indah dari perbukitan yang masih hijau terjaga. Suku Baduy memang terkenal sangat dekat dengan alam, mereka selalu menjaga alam yang mereka tempati. Tak heran kampung yang ada di sini masih terawat dan bersih.

Pada akhir perjalanan, kalian dapat menginap di salah satu rumah suku Baduy ini. Di sinilah saat yang biasanya paling ditunggu-tunggu. Tanpa listrik, tanpa gadget, dan tanpa kamar mandi tentunya menjadi tantangan seru bagi setiap wisatawan. Kalian harus menuju ke sungai terlebih dahulu untuk mandi atau buang air. Kalian juga tidak diijinkan untuk mengunakan sabun, shampo dan bahan kimia lainnya yang dapat mencemari lingkungan. Salut kan travelers pada suku baduy ini, mereka sangat menjaga alam yang mereka tempati dan memperlakukan lingkungan dengan baik.

sumber: pegipegi

HSE AWARDS 2016 KOMITMEN PT CIPUTRA RESIDENCE MENUJU ZERO ACCIDENT

PT Ciputra Residence meluncurkan sistem manajemen Health, Safety & Environment (HSE) dan menggalakan program ini sebagai sebuah budaya yang diterapkan di semua proyek yang dibangunnya. Keberhasilan PT Ciputra Residence dalam mengimplementasikan programHealth, Safety & Environment menjadi alasan perusahaan untuk memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi seluruh mitra kontraktor yang telah memahami dan menerapkan budaya Health, Safety & Environmentguna mencapai target Zero Accident dan Zero Loss Time Injury dalam setiap kegiatan pembangunannya. Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk kembali menggelar Health, Safety & Environment Awards 2016 hari ini.

Managing Director Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, ”Program HSE kami pertama kali disusun di tahun 2013 dengan arahan dari International Finance Corporation (IFC), yang merupakan anak perusahaan dari World Bank.  Program ini sudah makin dikembangkan sejak itu dan hari ini, kami merasa bangga dapat menjadi pengembang pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program HSE secara utuh dan lengkap. Untuk memahami program Health, Safety &Environment di PT Ciputra Residence secara disiplin dan penuh tanggung jawab oleh mitra kontraktor serta dukungan perusahaan terhadap program Visi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Nasional, maka diharapkan kita mampu melindungi pekerja kita dari kecelakaan kerja sekaligus memposisikan perusahaan untuk pencapaian Zero Accident dan Zero Loss Time Injury,” kata Budiarsa dalam sambutan pembukaan Health, Safety & Environment Awards 2016 di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta, Rabu (12/10/2016).

img_4696

Senior Director Ciputra Group, Agussurja Widjaja menambahkan, “Tingginya rasa kepedulian dan pemahaman dalam pentingnya implementasi Health, Safety & Environment oleh mitra kontraktor menjadi bukti bahwa program Health, Safety & Environment yang dijalankan perusahaan berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, beberapa mitra kontraktor baru yang menjadi kandidat dalam proses peniaian semakin banyak dan tidak sedikit pula yang berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Health, Safety & Environment Awards tahun ini. Hal ini juga sebagai pemicu bagi para mitra kontraktor lainnya untuk saling berlomba menjadi yang terbaik dalam memahami dan menjalankan program ini dengan bersunggguh-sungguh dan bertanggungjawab.”

Associate Director Ciputra Group, Yusanto Harijatno yang juga selaku Ketua Panitya HSE Awards 2016 mengatakan “Merupakan kebanggaan bagi kami atas terselenggaranya acara Health, Safety & Environment Awards 2016 bersama dengan para mitra kontraktor, baik yang telah atau baru akan berkomitmen untuk membentuk budaya kerja yang aman, nyaman dan efisien. Melalui tema tahun ini yaitu “Achieving Zero Accident and Operational Safety”, kami mengajak peran mitra kontraktor agar lebih peduli dalam menjamin keselamatan karyawan, pekerja dan masyarakat sekitar untuk mencapai tujuan bersama yaitu mencapai zero accident dan zero loss time injury.

img_4777

Adapun mekanisme penyelenggaraan Health, Safety & Environment Awards untuk tahun ini, lanjut Yusanto, baru dilaksanakan di proyek CitraGarden City Jakarta, CitraRaya Tangerang dan CitraGrand City Palembang. Total peserta yang mengikuti Health, Safety & Environment 2016 untuk kategori perumahan dan mixed-use development adalah 37 mitra kontraktor.

Khusus untuk mekanisme penilaian Health, Safety & Environment Awards 2016 berdasarkan kepada syarat dan ketentuan berikut:

  • Periode penilaian Health, Safety & Environment Awards 2016 dilakukan berdasarkan nilai Health, Safety and EnvironmentScoring yang dilakukan dari bulan Januari 2016 s/d September 2016.
  • Kontraktor yang diikutsertakan dalam penilaian ini hanya kontraktor yang sudah melewati minimum 6xkali Health, Safety & Environment Sehingga kontraktor yang baru bergabung belum dianggap berhak ikut serta
  • Kandidat pemenang Health, Safety & Environment Awards adalah kontraktor yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja kategori MTC (Medical Treatment Case), Property Damage atau kejadian yang lebih parah selama periode penilaian.

Selanjutnya 6 (enam) mitra kontraktor yang terpilih dan berhak dinobatkan sebagai Best Performance in Safety  adalah:

  1. BEST AVERAGE INITIAL HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENT SCORE
  • JUARA 1: PT Asri Karya Binangun, Ruko Garden Boulevard, CitraRaya Tangerang
  • JUARA 2: PT Metropolitan Surya Graha, Cluster AeroVille, CitraGarden City Jakarta
  • JUARA 3 : PT Mega Firdaus, Cluster AeroWalk, CitraGarden City Jakarta
  1. MOST IMPROVED INITIAL HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENT SCORE
  • JUARA 1 : PT Ikagriya Darmapersada, Cluster Granada, CitraRaya Tangerang
  • JUARA 2 : PT Mitra Inti Cemerlang, Cluster Fresco, CitraRaya Tangerang
  • JUARA 3 : PT Metropolitan Surya Graha, Cluster AeroVille, CitraGarden City Jakarta
  1. PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT AWARENESS
  • JUARA 1 : PT Metropolitan Surya Graha, Cluster AeroVille, CitraGarden City Jakarta
  • JUARA 2 : PT Asri Karya Binangun, Ruko Garden Boulevard, CitraRayaTangerang
  • JUARA 3 : PT Ikagriya Darmapersada, Cluster Granada, CitraRaya Tangerang
  1. BEST HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENT OFFICER
  • HAMDANI, PT Mitra Inti Cemerlang, Office Park, CitraRaya Tangerang
  • IRPAN, PT Ikagriya Dharmapersada, Cluster Granada, CitraRaya Tangerang
  • KOMAIDI, PT Bumi Sakti Harapan, Cluster Tropical Valley, CitraGrand City Palembang
  • WAWAN, PT Metropolitan Surya Graha, Cluster AeroVille, CitraGarden City Jakarta

img_4646img_4664Yusanto menegaskan dalam acara ini seluruh mitra kontraktor akan mendapatkan penyerahan Sertifikasi Partisipasi Program Health, Safety & Environment yang akan diterima seluruh mitra kontraktor lalu dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Health, Safety & Environment agar menegaskan kembali peran serta kedua belah pihak. “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya untuk seluruh penerima penghargaan serta memberikan apresiasi kepada mitra kontraktor karena selain sudah mendukung program Health, Safety & Environment yang kami canangkan. Lalu memahami esensi untuk bersama-sama menekan angka kecelakaan kerja guna meningkatkan kinerja pekerja. Harapan kami kedepannya agar program Health, Safety & Environment ini menjadi dasar untuk mewujudkan Indonesia Berbudaya Keselamatan Kerja sehingga siap menghadapi persaingan dunia.”

PT Ciputra Residence Akan Kembali Menggelar HSE Awards 2016

Setelah sukses menyelenggarakan Health, Safety & Environment (HSE) Awards yang pertama pada 2015 lalu, PT Ciputra Residence akan kembali menggelar Health, Safety & Environment Awards 2016 yang akan diselenggarakan pada 12 Oktober 2016 mendatang dengan tema Achieving Zero Accident and Operational Safety”. Presiden Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan sistem manajemen Health, Safety &Environment yang dicanangkan PT Ciputra Residence merupakan upaya bersama dengan seluruh mitra kontraktor dalam mendukung program Visi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Nasional, sekaligus memposisikan perusahaan dalam mencapai zero accident. Hal ini sesuai dengan tema Health, Safety & Environment Awards tahun ini yang mengusung“Achieving Zero Accident and Operational Safety”. Dimana tema tersebut merupakan wujud dari spirit bersama dalam menciptakan sebuah lingkungan pekerjaan yang sehat, nyaman dan aman.

“Dalam menjalankan program ini kami tidak mengenal gaungnya saja, implementasi atas Health, Safety & Environment harus betul-betul dipahami dan dilaksanakan secara konsisten dalam setiap pekerjaannya sebagai bagian komitmen jangka panjang. Kami sadar betul, program ini menjadi aset penting bagi kami dalam menciptakan ruang kerja yang aman, nyaman dan sehat. Untuk itu, penghargaan yang kami berikan merupakan sebuah bentuk rasa terimakasih kami kepada seluruh mitra kontraktor atas dedikasinya dalam memahami dan menjalankan program Health, Safety & Environment dengan baik,” kata Budiarsa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (07/10/2016).

Sementara, Associate Director Ciputra Group, Jusanto Harijatno menjelaskan, mekanisme penilaian Health, Safety & Environment Awards 2016 berdasarkan kepada syarat dan ketentuan berikut:
• Periode penilaian Health, Safety & Environment Awards 2016 dilakukan berdasarkan nilai Health, Safety and Environment Scoring yang dilakukan dari bulan Januari 2016 s/d September 2016.

• Kontraktor yang diikutsertakan dalam penilaian ini hanya kontraktor yang sudah melewati minimum 6xkali Health, Safety & Environment scoring. Sehingga kontraktor yang baru bergabung belum dianggap berhak ikut serta

• Kandidat pemenang Health, Safety & Environment Awards adalah kontraktor yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja kategori MTC (Medical Treatment Case), Property Damage atau kejadian yang lebih parah selama periode penilaian

Lalu Jusanto juga menambahkan bahwa ajang ini terdapat kategori penilaian HSE Awards 2016 yaitu:

 Best Average Initial Health, Safety & Environment Score
 Most Improved Initial Health, Safety & Environment Score
 Personal Protective Equipment Awareness
 Best Health, Safety & Environment Officer

“Kami berharap melalui penyelenggaraan Health, Safety & Environment Awards ini akan semakin menumbuhkan kesadaran, tekad dan tanggung jawab akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja; dimana juga hal ini merupakan bentuk dukungan kita bersama terhadap program pemerintah,” pungkas Justanto.