HOTLINE : +62 254 849 2999

Ciputra Dianugerahkan Best Entrepreneur of The Year Oleh Asian Council for Small Business (ACSB)

Pendiri Grup Ciputra, Ciputra,dianugerahkan penghargaan “Best Entrepreneur of The Year” dari lembaga Asia Council for Small Business (ACSB) atas dedikasi dan kontribusinya sebagai pengusaha yang menginspirasi para pengusaha muda. Tidak hanya sebatas UKM nasional, dalam sebuah komunitas ASEAN, Ciputra juga memiliki kontribusi serta peranan yang sangat besar dalam membangun jiwa kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Ciputra mengatakan menjadi sebuah kehormatan baginya menerima penghargaan tersebut dan mengapresiasi atas berbagai gagasan yang dihasilkan dalam konferensi The 4th Asian SME Conference 2016. Dalam hal bisnis, lanjut Ciputra, semua bisnis berawal dari bisnis kecil bahkan beberapa diantaranya memulai dari usaha mikro yang kemudian berkembang menjadi besar. Dalam membangun usahanya menjadi lebih besar lagi, jiwa kewirausahaan para pelaku usaha harus terasah agar bisa mengubah bisninya menjadi besar.

“Sejak saya memutuskan pensiun dari dunia bisnis, saya berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk membantu negara ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk menyebarkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat. Apa alasanya? Karena saya melihat bahwa negara yang bisa mengembangkan dirinya menjadi negara maju adalah negara yang mampu mengembangkan kewirausahaan di negaranya. Hanya satu kata, entrepreneurship,” tegas Ciputra dalam sambutannya di acara konferensi “The 4th Asian SME Conference 2016” di The Kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).

Ciputra menjelaskan, di Indonesia ada 99,82 persen bisnis adalah usaha mikro. Dari angka itu, hanya sekitar 1,17 persen yang bisa mengubah status pebisnis dari pelaku usaha kecil menjadi pelaku usaha besar. Bagi Ciputra, ini adalah tantangan, motivasi sekaligus oportunity yang sangat besar dalam membangun kewirausahaan.

Ciputra menambahkan, ada tiga kunci utama yang harus dilakukan para pelaku usaha dalam membangun sebuah kewirausahaan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah mulailah dengan bidang yang dikuasai. Ia mencontohkan dirinya sebagai arsitek dan memilih untuk menekuni bisnis properti dengan menjadi pengembang yang memiliki visi dan misi agar usahanya sukses, yaitu ingin menciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan seperti menjadi konsultan.

Kunci kedua, sebagai pelaku usaha harus kreatif dan memiliki perubahan yang dramatis. Perubahan itu harus berkelanjutan, jangan cepat berpuas diri jika mencapai sesuatu keberhasilan. Tetapi, harus berfikir panjang lagi dan bertanya “Mau apa selanjutnya?.”. Untuk kunci terakhir, pelaku usaha harus berharga di mata konsumen. Artinya, jangan mengecewakan konsumen. Sebaliknya, pengusaha harus dapat memuaskan pelanggan dan relasinya.

“Dulu saya merintis usaha dari bawah dan tidak memiliki uang, dalam kondisi itu Orang Tua juga tidak membantu saya. Tapi dengan penuh keyakinan dan menerapkan tiga hal tersebut dalam diri saya hasilnya perusahaan saya bisa berkembang menjadi besar dan memiliki ratusan proyek di seluruh Indonesia,” kata Ciputra.

Seperti diketahui, dalam konferensi The 4th Asian SME Conference 2016, selain Ciputra yang meraih penghargaan Best Entrepreneur of The Year, lembaga ACSB juga memberikan penghargaan “Best Policy Maker of The Year” kepada Chae Un Lim, President Small and Medium Business Corporation Korea Selatan.